Mengenal Paus Pembunuh Palsu yang Terdampar

dunialain.xyz – Ratusan paus pembunuh palsu (false killer whale) terdampar di pantai barat laut Tasmania Sejak Rabu, 19 Februari 2025. Saat ditemukan, 90 dari 157 spesies ini masih bertahan, meski dalam situasi stres akibat paparan sinar matahari dan angin kencang.
Melansir laman NOAA Fisheries terhadap Jumat (21/02/2025), paus pembunuh palsu (Pseudorca crassidens) merupakan mamalia laut yang terhitung dalam keluarga lumba-lumba (Delphinidae). Spesies ini mampu ditemukan di perairan tropis dan subtropis di semua dunia, terutama di perairan lepas yang dalam.
Paus ini dinamakan “pembunuh palsu” karena kemiripannya bersama paus pembunuh (Orcinus orca) dalam pola tingkah laku dan susunan sosial, walaupun keduanya berasal dari genus yang berbeda. Sebagai hewan sosial, paus pembunuh palsu dikenal punya ikatan grup yang sangat kuat dan sering berinteraksi dalam komunitas besar yang disebut pod.
Mereka sering nampak dalam grup yang terdiri dari 10 sampai lebih dari 50 individu, dan kadang waktu membentuk superpod yang termasuk ratusan individu. Spesies ini membuktikan tingkah laku sosial yang kompleks, terhitung berburu bersama, sharing makanan, dan apalagi berinteraksi bersama spesies lumba-lumba lain.
Beberapa penelitian terhitung membuktikan bahwa mereka mampu menjalin pertalian sosial jangka panjang bersama individu lain dalam grup mereka. Secara fisik, paus pembunuh palsu punya tubuh yang ramping berwarna hitam atau abu-abu gelap.
Bagian bawah tubuhnya condong terlihat lebih terang, terutama di pada sirip dada dan sisi kepala. Kepala paus ini berwujud kerucut kecil tanpa moncong yang jelas, bersama sirip punggung yang terdapat di bagian sedang tubuh dan melengkung ke belakang.
Sirip dada mereka relatif panjang dan meruncing, yang membantu mereka bermanuver bersama cepat di dalam air. Paus pembunuh palsu jantan dewasa mampu tumbuh sampai nyaris enam mtr. bersama berat capai 1.360 kilogram, namun betina punya ukuran lebih kecil bersama panjang kira-kira 4,8 meter.
Anak paus yang baru lahir punya panjang kira-kira 1,5 sampai 2 mtr. dan dapat selamanya tergantung terhadap induknya selama sebagian tahun pertama kehidupannya. Spesies ini punya umur panjang, bersama sebagian individu yang diketahui hidup lebih dari 60 tahun di alam liar.
Sebagai predator tingkat atas, paus pembunuh palsu memangsa bermacam model ikan dan cumi-cumi. Mereka berburu dalam kelompok, membuktikan langkah kerja sama yang tinggi dalam mengepung dan menangkap mangsa.
Beberapa laporan terhitung menyatakan bahwa mereka mampu menyerang dan memangsa hiu kecil serta bersaing bersama spesies predator lainnya untuk beroleh sumber daya makanan. Mereka dikenal mengfungsikan ekolokasi untuk mendeteksi dan melacak mangsa di perairan dalam yang gelap.
Perairan Laut Dalam
Habitat utama paus pembunuh palsu adalah perairan laut dalam bersama kedalaman lebih dari 1.000 meter. Spesies ini tersebar luas di bermacam wilayah perairan terhitung Samudra Pasifik, Teluk Meksiko, perairan kira-kira Kepulauan Hawaii, dan pesisir timur Amerika Serikat.
Di Hawaii, terdapat tiga populasi utama paus pembunuh palsu, tidak benar satunya terdiri dari kira-kira 200 ekor individu yang telah dipantau selama sebagian dekade. Sayangnya, populasi ini telah mengalami penurunan kira-kira sembilan prosen tiap tahun sejak 1980-an sampai awal 2000-an akibat bermacam ancaman, terhitung perburuan, pergantian habitat, dan polusi laut.
Salah satu ancaman utama yang dihadapi paus pembunuh palsu adalah kesibukan manusia, seperti penangkapan ikan komersial yang sebabkan mereka sering terlilit dalam jaring atau terkena efek penangkapan sampingan (bycatch). Selain itu, pencemaran laut, terhitung sampah plastik dan polusi suara dari kapal, terhitung berdampak negatif terhadap spesies ini bersama mengganggu komunikasi dan kekuatan mereka dalam berburu mengfungsikan ekolokasi.
Paus pembunuh palsu terhitung rentan terhadap pergantian iklim yang mampu mempengaruhi distribusi mangsa mereka dan sebabkan pergeseran habitat. Akibat penurunan populasi yang signifikan, paus pembunuh palsu kini masuk dalam daftar hewan yang terancam punah berdasarkan Undang-Undang Spesies Terancam Punah (Endangered Species Act) di Amerika Serikat.
Selain itu, spesies ini terhitung dikategorikan sebagai “depleted” berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Mamalia Laut (Marine Mammal Protection Act), yang artinya jumlah populasinya telah mengalami penurunan ke tingkat yang mengkhawatirkan.