Vonis Mati Pembunuh Adik Bupati Hingga Jamu Beracun Tewaskan Adik Ipar

Vonis Mati Pembunuh Adik Bupati Hingga Jamu Beracun Tewaskan Adik Ipar

Vonis
Vonis Mati Pembunuh Adik Bupati Hingga Jamu Beracun Tewaskan Adik Ipar

dunialain.xyz – kasus pembunuhan sadis di Sumatera Selatan (Sumsel) terjadi dari awal sampai akhir 2024, bersama motif yang berbeda-beda bersama dengan cara yang mengenaskan.

Liputan6.com merangkum kaleidoskop 2024, yaitu enam misteri pembunuhan sadis yang menewaskan warga Sumsel, yang berhasil diungkap aparat kepolisian.

Mulai dari vonis hukuman mati bagi pembunuhan adik bupati di Musi Rawas Utara (Muratara) hingga adik ipar tewas setelah diberi jamu yang mengandung racun ikan yang mempunyai kandungan zat kimia pottasium.

Bunuh Adik Bupati Muratara

Muhammad Abadi (45), adik kandung Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) Sumsel Devi Suhartoni, tewas dianiaya oleh dua orang tersangka yang masuk kakak beradik, AR dan AN, pada September 2023 lalu.

Kasus selanjutnya terjadi sebab selisih jelas sebab para pelaku tak suka ditegur oleh korban kala menghadiri pertemuan di Kabupaten Muratara Sumsel.

Maret 2024, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Palembang mengambil keputusan vonis hukuman mati kepada ke-2 tersangka, yang terbukti memiliki rencana pembunuhan ke korban.

Kuasa hukum kedua terdakwa, Husni Thamrin segera mengatakan banding atas putusan yang dijatuhkan oleh majelis hakim.

“Kami menyatakan banding atas putusan majelis hakim,” ujarnya, Rabu (20/3/2024).

Awalnya tersangka AR menemui AN dan mengadukan bila korban menyinggung perasaannya. Mereka lalu mempunyai senjata tajam (sajam) tipe parang dan datang ke media perihal Perkara (TKP) manfaatkan mobil AR.

Kedua tersangka langsung menyerang korban dan saksi yang mengalami luka di pembagian jari kiri. Korban sempat berlari, sedang dikejar tersangka AN dan berakhir dengan penganiayaan gunakan sajam sampai korban meregang nyawa.

Ibu dan Anak Dibunuh

Warga berjalan Tanjung Bubuk Lorong Karya Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang Sumsel kaget, dengan kematian WA (40) dan anaknya FA (13) secara mengenaskan, Senin (15/4/2024).

Ibu dan anak tersebut dibunuh oleh pelaku berinisial SG, yang bekerja bersama dengan suami korban, Anung Kurniawan di bisnis tanaman hias di kawasan jalan Demang Lebar Daun Palembang.

“Pembunuhan direncanakan. Motif utama dendam terhadap suami korban yang dilatarbelakangi persoalan gaji yang tiap-tiap bulannya tidak diberikan secara utuh,” kata Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihhartono, disaat menggelar konferensi pers di Polrestabes Palembang, Kamis (18/4/2024).

Awalnya SG datang ke rumah korban dan ingin membunuh Anung Kurniawan, sedang bosnya tak datang di tempat tinggal dikala berjumpa WA, terjadi cekcok mulut hingga membawa dampak emosi SG dikarenakan perkataan kasar WA. Korban WA dan SG terlibat aksi dorong-dorongan sampai SG melukai korban WA.

Tersangka mengambil senjata blencong yang datang di luar rumah yang biasa digunakan untuk menggali tanah. Suganda langsung memukul WA bersama dengan manfaatkan blencong ke arah kepalanya.

Mendengar FA, anak korban di di dalam kamar yang menghubungi Anung Kurniawan, Suganda langsung mendekati dan menganiaya siswi SMP di Palembang itu.

“Suganda kembali mengeksekusi korban WA mengfungsikan blencong, sebab belum meninggal dunia. lantas tersangka ke dapur mengambil pisau dapur dan menghampiri FA dan menusukkan pisau ke perut FA,” ujarnya.

Cor Karyawan Koperasi

Miris benar nasib AT, karyawan koperasi simpan pinjam Rizki mandiri yang sebelumnya dinyatakan hilang sepanjang 18 hari, ternyata ditemukan sudah meninggal dunia.

Korban dibunuh pemilik toko baju ‘Distro Anti Mahal’ di jalan Dahlan HY Kelurahan Karya Baru Kecamatan Alang-Alang Lebar Sumsel, Rabu (26/6/2024) lalu.

Ketiga tersangka yakni pemilik toko, Antoni (33), karyawannya Pongky (23) dan Kelvin ditangkap tim Polrestabes Palembang tak lama setelah jasad korban ditemukan.

Motif pembunuhan berikut dikarenakan tersangka utama Antony kesal didatangi korban untuk menagih sisa hutangnya di koperasi yang naik lima kali lipat.

Awalnya, korban menagih pembayaran pinjaman ke tersangka utama Antoni sebesar Rp24 juta. Jumlahnya membengkak dikarenakan biaya bunga dan administrasi, padahal Antoni cuman meminjam uang ke koperasi sebesar Rp5 juta.

Antony mengajak Kelvin dan Pongky untuk membunuh korban, dengan berpura-pura hadir ke toko pakaian Antony sebagai pelanggan. disaat berjalan cekcok pada tersangka Antoni dan AT, akhirnya korban langsung dikeroyok dan dibunuh ketiga tersangka.

“Jasad korban dicor di didalam distro milik Antoni. kala perihal CCTV sengaja dimatikan. tetapi sebelum berlangsung eksekusi, rekaman CCTV dapat menyebutkan bagaimana aksi mereka,” ucap Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihhartono, Jumat (7/6/2024).

Siswi SMP Dirudapaksa dan Dibunuh

Warga Palembang dibuat geger bersama penemuan jasad AA (14), siswi SMP di Palembang, di semak-semak di kuburan umat Tionghoa, di Talang Kerikil, Minggu (1/9/2024).

Sebelum dibunuh, korban dirudapaksa oleh empat orang tersangka yang masih di bawah usia yaitu IS (16), MZ (13), MS (12) dan AS (12).

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, keluarga tersangka tambah enggan minta maaf ke keluarga korban. Mereka tetap terasa polisi salah tangkap dan anak-anak mereka tidak bersalah.

Seusai sidang vonis di PN Palembang, Kamis (10/10/2024), Safaruddin, papa korban tak dapat membendung emosi dan rasa kecewanya, dikarenakan empat terdakwa divonis bersama hukuman gampang Padahal, para tersangka sudah mengakui perbuatannya, yang buat dia wajib kehilangan putri satu-satunya.

Sumpah serapah pun keluar berasal dari mulut Safaruddin, yang tak menyangka seandainya tuntutan hukuman mati dari JPU Kejari Palembang tidak dihiraukan oleh Majelis Hakim PN Palembang Sumsel.

Orangtua korban hingga menghendaki tolong ke Hotman Paris, supaya mereka mendapatkan keadilan. sebab vonis Majelis Hakim PN Palembang lumayan gampang untuk keempat tersangka. yakni IS mendapat 10 th. penjara dan 3 tersangka cuman 1 tahun dibina di Dinas Sosial (Dinsos) Ogan Ilir Sumsel.

“Pak Hotman, kita mohon pertolongan untuk kita berasal dari keluarga tidak bisa ini. kami mulai tidak adil, karnea anak kami sudah meninggal dunia. Hakim tidak adil kepada kami Tolong, bantu kami,” ucap Winarti, sembari menangis saat videonya diposting account Instagram @hotmanparisofficial, Kamis (10/10/2024).

Eks Pemain Bola Ditembak Mati

Angga Murina (36) tewas ditembak mati orang tak dikenal, ketika namun antre membayar tagihan listrik di Kabupaten Musi Banyuasin Sumsel, Kamis (21/11/2024) pagi sekitar pukul 08.50 WIB.

Penembakan selanjutnya membuat para warga di tempat kejadian Perkara (TKP), langsung berhamburan kegalauan datang yang berusaha membantu korban, sedang sayangnya korban telah meninggal dunia bersama kondisi kepala berlumuran darah.

Dari info yang diperoleh, dikala hingga ke loket PLN Sekayu Musi Banyuasin, tiba-tiba hadir orang mengendarai sepeda motor dan segera mengarahkan senpi ke arah korban. sesudah melakukan aksinya, pelaku langsung kabur.

Mantan pemain bola di Persimuba dan klub Sekayu Youth Soccer Academy (SYSA) Musi Banyuasin Sumsel tersebut ternyata dibunuh oleh tetangganya sendiri, Eka Maulana Negara (37).

Menurut Kapolres Musi Banyuasin AKBP Listiyono Dwi Nugroho, pelaku sempat membantah Mengerjakan penembakan. tetapi setelah melewati penyelidikan intensif, pelaku kelanjutannya mengaku menembak korban.

“Penembakan ini murni masalah privat tidak ada kaitannya bersama Pilkada Musi Banyuasin Sumsel,” ujarnya, Jumat (22/11/2024).

Dari penangkapan pelaku berikut polisi mengamankan senjata api rakitan type FN dan puluhan amunisi yang digunakan. Polres Musi Banyuasin sedangkan mendalami asal senjata api yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban.

Jamu Beracun Tewaskan Adik Ipar

Akhir tahun 2024 di Sumsel diwarnai bersama terbongkarnya masalah pembunuhan yang dialami AN (13), yang tewas diracuni kakak iparnya sendiri, di jalan Panca usaha Kecamatan Seberang Ulu I Palembang, Rabu (18/12/2024).

Motif tersangka Rika Amalia (19) membunuh korban, sebab sakit hati kerap diperlakukan tidak baik. Korban diberi jamu yang ternyata adalah racikan air mineral bercampur racun ikan mempunyai kandungan zat kimia Pottasium.

Racun ikan berikut sudah dibeli Rika di toko online antara awal Desember 2024 lalu awalnya Rika mengaku cuman pingin menyakiti adik iparnya saja, sedang berujung antara kematian.

Rika sempat menawarkan AN untuk meminum jamu berikut dengan janji dapat memberikan Rp300.000 andaikan jamunya habis. beberapa jam lantas AN langsung meregang nyawa di depan Rika.

Melihat adik iparnya telah tak bernyawa, Rika menarik paksa tubuh korban ke kamarnya dan disembunyikannya di balik lemari pakaiannya.

“Korban ditemukan sudah meninggal dunia oleh ibunya. Jasad korban langsung dibawa ke rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang, dan memanglah sudah dinyatakan tak bernyawa lagi,” ucap Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihhartono, saat menggelar konferensi pers di Polrestabes Palembang, Jumat (20/12/2024).

Tersangka Rika sempat pingin kabur ke Lampung membawa anak satu-satunya yang masih berusia 3 bulan. tetapi tim Polrestabes Palembang berhasil mengamankan Rika di tidak benar satu penginapan di Palembang.

Penemuan jasad korban terbongkar sehabis suami Rika menghubungi ibunya, jika adiknya telah meninggal dunia dan berada di belakang lemari. Suami tersangka segera memperlihatkan talak 3 kepada Rika, yang tega menghabisi adik kesayangannya.

You May Also Like

More From Author